ilustrasi panen kelapa sawit
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira kembali menyelimuti kalangan perkebunan di Bumi Lancang Kuning.
Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim telah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma.
Berdasarkan hasil kesepakatan, penetapan harga kelapa sawit periode 27 Mei – 2 Juni 2026 telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
Otoritas perkebunan daerah mencatat adanya pergerakan positif pada grafik harga beli tandan buah segar (TBS) untuk sepekan ke depan.
Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh Tim untuk kenaikan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp 65,73/Kg atau mencapai 1,70% dari harga periodelalu.
BACA JUGA:Harga Kelapa Sawit Jambi Merosot Rp515,22 Per Kilo, Berikut Harga Baru TBS 29 Mei-4 Juni 2026
Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp 3.932,63/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu kedepan.
“Dengan harga cangkang sebesar Rp 19,15/Kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 93.30%, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp 200,09 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp 508,30 dari minggu lalu,” katanya dikutip dari website Pemprov Riau
Langkah antisipasi juga telah disiapkan oleh tim penilai dalam menghadapi dinamika pasar yang fluktuatif serta absennya data dari sejumlah pabrik pengolahan.
Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 13 tahun 2024 pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN.
Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp 15.344,00 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp 15.311,00.
BACA JUGA:Kabar Baik Petani! Harga TBS Sawit Kaltim Melambung, Sawit Usai 10 Tahun Capai Rp 3.623 per Kg
Secara umum, tren kenaikan ini menjadi angin segar yang didorong langsung oleh menguatnya performa nilai jual komoditas turunan kelapa sawit di sektor perdagangan makro.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” ujarnya.
Melalui regulasi baru yang diterapkan, transparansi dan keadilan nilai ekonomi bagi para pelaku usaha serta masyarakat mitra plasma terus dioptimalkan secara berkala.
BACA JUGA:Harga Kelapa Sawit Jambi Merosot Jadi Rp 3.818,54 Per Kilo, Ini Harga Baru TBS 22-28 Mei 2026
“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Adapun rincian lengkap hasil keputusan tim untuk nominal pembelian TBS di wilayah Provinsi Riau dalam sepekan ke depan dimulai dari tanaman usia 3 tahun yang dipatok sebesar Rp3.041,30/kg, usia 4 tahun Rp3.438,43/kg, usia 5 tahun Rp3.641,27/kg, usia 6 tahun Rp3.798,39/kg, dan usia 7 tahun seharga Rp3.881,22/kg.
Selanjutnya, untuk kelapa sawit usia 8 tahun dihargai Rp3.926,93/kg, usia 9 tahun menempati posisi puncak dengan Rp3.932,63/kg, disusul usia produktif 10-20 tahun sebesar Rp3.912,63/kg.
Untuk tanaman kelapa sawit yang memasuki usia tua, harganya bergerak di angka Rp3.852,63/kg untuk usia 21 tahun, Rp3.795,48/kg untuk usia 22 tahun, Rp3.734,05/kg untuk usia 23 tahun, Rp3.666,91/kg untuk usia 24 tahun, Rp3.591,20/kg untuk usia 25 tahun, Rp3.545,48/kg untuk usia 26 tahun, Rp3.499,76/kg untuk usia 27 tahun, Rp3.455,47/kg untuk usia 28 tahun, Rp3.438,33/kg untuk usia 29 tahun, dan ditutup pada angka Rp3.424,05/kg bagi tanaman berumur 30 tahun.(*)