ilustrasi TBS

Harga TBS Sawit Pessel Merangkak Naik ke Rp2.250-2.450 per Kilogram, Diproyeksikan Terus Membaik

Posted on 2026-06-09 05:00:06 dibaca 62 kali

 

PESISIR SELATAN, SAWITSUMATERA.ID — Grafik harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya di Kabupaten Pesisir Selatan kini resmi merangkak naik ke kisaran angka Rp2.250 hingga Rp2.450 per kilogram di tingkat pabrik.

Berdasarkan pemantauan terbaru Dinas Pertanian Pessel yang dikutip dari website resmi Pemkab Pessel, nilai jual komoditas ini diproyeksikan akan terus naik stabil sekitar Rp50 per kilogram setiap harinya, bahkan berpotensi besar menembus kembali angka Rp3.600 per kilogram dalam satu bulan ke depan seiring mulai pulihnya aktivitas pasar. 

BACA JUGA:Temukan Harga Sawit di Bawah Standar, Wabup Rohul Warning PKS

Peninjauan lapangan yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan pada Minggu (31/5/2026) tersebut mengambil sampel di beberapa PKS yang beroperasi di wilayah Pesisir Selatan, yakni PT Transco, PT Energi, PT Muara Sawit Lestari, dan PT Sapta Sentosa Kaya Abadi. 

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan, Hamdi, mengatakan bahwa pihak perusahaan memperkirakan harga TBS masih akan mengalami kenaikan secara bertahap. 

BACA JUGA:Pemerintah Segera Sesuaikan HET MINYAKITA, Pertimbangkan Kenaikan Harga Keekonomian dan CPO

"Hasil peninjauan menunjukkan harga TBS swadaya saat ini berada pada kisaran Rp2.250 hingga Rp2.450 per kilogram. Berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, harga diperkirakan akan terus mengalami kenaikan sekitar Rp50 per kilogram per hari," ujar Hamdi. 

Menurutnya, apabila tren positif tersebut terus berlangsung, harga TBS berpotensi kembali menyentuh angka Rp3.600 per kilogram dalam kurun waktu sekitar satu bulan ke depan. 

Kenaikan harga yang mulai terjadi ternyata juga berdampak pada pola distribusi buah sawit ke pabrik.

Jika sebelumnya antrean kendaraan pengangkut TBS di sejumlah PKS bisa mengular hingga dua hari, kini antrean terlihat jauh berkurang. 

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Siak Periode 3–9 Juni 2026, Swadaya Rp 3.271 dan Plasma Rp 3.832

"Sekarang rata-rata hanya sekitar 20 sampai 30 kendaraan yang mengantre di pabrik. Berkurangnya pasokan bukan karena produksi turun, tetapi banyak petani memilih menunda panen karena berharap harga terus naik," jelasnya. 

Fenomena tersebut menunjukkan adanya optimisme di kalangan petani terhadap prospek harga sawit dalam waktu dekat. Banyak petani memilih menahan hasil panen di kebun untuk memperoleh harga jual yang lebih baik ketika pasar kembali stabil. 

Di tengah mulai pulihnya harga TBS, Hamdi juga mengajak masyarakat untuk melihat persoalan harga sawit secara lebih menyeluruh. Menurutnya, gejolak harga yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari dinamika kebijakan pemerintah pusat terkait tata kelola ekspor sumber daya alam yang menimbulkan ketidakpastian di kalangan pelaku industri. 

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Swadaya Riau Anjlok Jadi Rp3.271/Kg, Berikut Daftar Harga TBS 3-9 Juni 2026

"Kita perlu memahami situasi dan kondisi pengusaha dalam merespons kebijakan ekspor satu pintu yang hingga kini belum memiliki petunjuk pelaksanaan yang pasti atau kemungkinan penundaan sampai akhir tahun. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha dan memengaruhi rencana bisnis mereka ke depan," katanya. 

Ia menilai, sikap hati-hati yang diambil perusahaan merupakan respons yang wajar terhadap perubahan kebijakan yang masih berkembang. Dunia usaha membutuhkan waktu untuk menyesuaikan strategi bisnis sekaligus membaca arah kebijakan pemerintah yang akan diterapkan. 

Karena itu, Hamdi berharap ketidakpastian yang saat ini terjadi segera mendapatkan kejelasan sehingga pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang tepat dan aktivitas perdagangan sawit kembali berjalan normal. 

"Semoga kekhawatiran pengusaha segera terjawab melalui kepastian kebijakan pemerintah. Jika arah kebijakan sudah jelas, maka pasar akan menyesuaikan dengan sendirinya dan harga akan mengikuti mekanisme yang lebih stabil," ucapnya. 

Dalam beberapa pekan terakhir, harga TBS di Pesisir Selatan memang menjadi perhatian berbagai kalangan.

Harga sawit swadaya di daerah ini sempat berada pada level yang lebih rendah dibandingkan sejumlah daerah lain di Sumatera Barat, sehingga memicu berbagai keluhan dari petani. 

Kini, dengan mulai membaiknya harga serta adanya proyeksi kenaikan secara bertahap, para petani berharap sektor perkebunan sawit kembali menjadi penopang ekonomi yang kuat bagi masyarakat Pesisir Selatan.

Pemerintah daerah pun terus memantau perkembangan harga di lapangan guna memastikan kondisi pasar tetap kondusif dan memberikan manfaat yang adil bagi petani maupun pelaku usaha.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id