ilustrasi kelapa sawit

Apresiasi Implementasi B50, Menko Airlangga Dorong Penguatan Riset dan Inovasi Sawit Berkelanjutan

Posted on 2026-07-27 06:49:42 dibaca 11 kali

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Pemerintah dalam mendukung Program Swasembada Energi Nasional melalui keberhasilan implementasi Program Biodiesel 50 (B50) yang resmi berjalan per 1 Juli 2026 dan di-launching oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026 lalu. Penerapan B50 menjadi wujud nyata sinergi antara riset, kebijakan, dan investasi industri nasional, sekaligus menjadi landasan utama untuk memperkuat ekosistem inovasi kelapa sawit yang berkelanjutan dan bernilai tambah.

BACA JUGA:Kabar Gembira Petani Pasaman Barat, Harga Tertinggi TBS Kelapa Sawit Tembus Rp 3.972 Per Kilogram

Dalam acara penutupan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta pada Selasa (21/07), Menko Airlangga menyampaikan bahwa kesuksesan B50 harus menjadi pijakan untuk mengembangkan generasi hilirisasi sawit berikutnya. Pengembangan produk turunan bernilai tambah tinggi seperti Green Diesel, Bio Avtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah (Used Cooking Oil), hingga Bensin Sawit dinilai akan mampu memperluas basis investasi nasional.

BACA JUGA:B50 Telah Lulus Uji di Enam Sektor, Pemerintah Pastikan Siap Diimplementasikan Secara Nasional

“Kami memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan atas konsistensinya menyelenggarakan dan menghadirkan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) sebagai sarana dan pertemuan antara riset, kebijakan, industri, dan investasi. Secara khusus, saya juga memberikan selamat kepada para pemenang mahasiswa tadi yang membuat riset mengenai polyurethane foam. Kemudian membuat anoda dari TBS,” tutur Menko Airlangga.

Menko Airlangga menyoroti kontribusi strategis kelapa sawit yang menyumbang sekitar 3,5% terhadap PDB Nasional pada 2025, dengan nilai ekspor mencapai USD30,87 miliar atau naik 11,05% dari tahun sebelumnya berdasarkan data BPDP. Mengingat posisi Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia, ia menekankan pentingnya komersialisasi hasil riset perguruan tinggi oleh pihak industri dengan tetap melindungi hak kekayaan intelektual para peneliti.

“Kegiatan ini tentu menjadi sangat penting karena riset kebijakan dan juga investasi ini menjadi hal yang sangat penting apalagi para researcher-nya adalah dari perguruan tinggi di Indonesia. Karena Indonesia adalah produsen terbesar dari sawit maka wajar kalau para penelitinya berasal dari universitas-universitas terbaik di Indonesia,” ujar Menko Airlangga.

BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Bidik Pajak Air Permukaan Sektor Sawit demi Genjot PAD

Selain fokus pada ekosistem kelapa sawit dan hilirisasi B50, Pemerintah juga mendorong percepatan program peremajaan (replanting) untuk komoditas kakao dan kelapa guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani rakyat. Menko Airlangga berharap ajang PERISAI 2026 yang turut memberikan penghargaan bagi inovasi mahasiswa ini dapat terus diperkuat.

“Apresiasi kepada BPDP, peneliti, perguruan tinggi, lembaga riset dan para pelaku usaha, serta seluruh pihak yang terkontribusi terhadap PERISAI 2026 dan juga untuk pembangunan industri kelapa sawit nasional. Saya ingin agar kegiatan ini terus diperkuat, ditindaklanjuti sehingga bermanfaat bagi perekonomian, bisa meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan juga nilai tambah daripada pekebun,” pungkas Menko Airlangga.

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id