Ilusrasi TBS

Kementan Perkuat Mitigasi Kemarau untuk Amankan Produktivitas Kelapa Sawit

Posted on 2026-08-06 07:47:34 dibaca 3 kali

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) merancang dan memperkuat langkah mitigasi musim kemarau guna menjaga produktivitas kelapa sawit nasional. Langkah strategis ini diambil untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta melindungi pendapatan para pekebun di tengah ancaman perubahan iklim. Kementan menekankan pentingnya penerapan praktik budidaya adaptif agar ancaman kekeringan tidak mengganggu hasil panen tanaman sawit.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit di Dharmasraya Paling Tinggi Rp 3.972 per Kg, Terendah Rp 3.280 per Kg

Guna mengantisipasi dampak kemarau, Kementan mendorong konservasi air dan tanah di area perkebunan sawit. Pembangunan rorak, embung, sumur resapan, hingga pemanfaatan pelepah sawit sebagai mulsa dan aplikasi tandan kosong diterapkan untuk menjaga kelembapan tanah. Pengelolaan tata air juga disesuaikan, termasuk menjaga tinggi muka air lahan gambut sekitar 40 sentimeter di bawah permukaan tanah serta memelihara sekat kanal. Kementan turut menginstruksikan patroli rutin dan pemantauan titik panas demi mencegah terjadinya karhutla di kawasan perkebunan.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Pasaman Barat Capai Rp3.972,26 per Kg, Ini Rincian Lengkap per Perusahaan

"Mitigasi kemarau harus menjadi bagian dari pengelolaan kebun sehari-hari. Melalui pengelolaan air yang baik, konservasi tanah, pemanfaatan informasi iklim, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, produktivitas sawit dapat tetap terjaga meski di tengah tantangan perubahan iklim," ujar Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Tri Widarto.

BACA JUGA:Kinerja Ekspor Kelapa Sawit Melonjak 7,32 Persen, Sokong Penguatan Sektor Pertanian

Selain pendampingan teknis di lapangan, Direktorat Jenderal Perkebunan juga menggelar inspeksi mendadak (sidak) kesiapan sarana karhutla di sejumlah perusahaan perkebunan di Sumatera Selatan dan Riau. Upaya ini krusial mengingat kemarau panjang berpotensi merusak proses pembentukan bunga betina, menurunkan bobot tandan, hingga menekan produksi tandan buah segar (TBS) dan rendemen minyak sawit.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa fenomena iklim ekstrem tidak boleh menghambat laju produksi komoditas perkebunan nasional. Pemerintah berkomitmen mengawal penerapan teknologi serta pengelolaan kebun yang adaptif agar ketahanan ekonomi nasional dari sektor sawit tetap solid.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Dharmasraya Tembus Rp3.972 per Kg, PT AWB Catat Pembelian Tertinggi

"Mitigasi harus dilakukan secara terencana dan konsisten melalui penerapan teknologi, konservasi sumber daya, serta pengelolaan kebun yang adaptif. Dengan langkah tersebut, produktivitas tetap terjaga, kesejahteraan pekebun meningkat, dan ketahanan pangan maupun ekonomi nasional semakin kuat," tegas Mentan Amran.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id