ilustrasi kelapa sawit
SEKAYU, SAWITSUMATERA.ID- Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) siap menjadi model nasional dalam pengembangan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi guna meningkatkan nilai tambah produksi serta kesejahteraan para petani. Komitmen kuat tersebut ditegaskan oleh Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, S.H., saat membuka Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi yang dipadati sekitar 800 peserta dari 16 provinsi di Gedung Opproom Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting nasional, di antaranya Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Farida Farichah, S.Pd., M.Si., Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Dr. Ir. M. Abdul Ghani, M.Si., Wakil Bupati Muba Kiyai Abdur Rohman Husen, Kepala Dinas Koperasi Sumsel Dr. Hj. Mega Nugraha, S.H., M.Si., serta unsur Forkopimda dan DPRD Muba.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Bengkulu Tembus Rp3.464 per Kilo, Tanaman Usia 21 Tahun Patok Angka Tertinggi
Dalam sambutannya, Bupati Muba H. M. Toha Tohet, S.H. menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan menjadikan Muba sebagai lokasi penyelenggaraan seminar tingkat nasional ini. “Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin, kami mengucapkan selamat datang kepada Menteri Koperasi beserta rombongan. Ini sebuah kehormatan bagi Muba sekaligus kesempatan besar untuk memperkuat sinergi dalam membangun hilirisasi sawit berbasis koperasi,” ujar Bupati.
Ia menekankan bahwa agenda ini harus mampu melahirkan langkah nyata agar koperasi tidak lagi sekadar menjadi wadah penampung, melainkan mampu mengelola industri secara mandiri. “Kita ingin koperasi naik kelas. Tidak hanya menjadi wadah petani, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi yang mengelola produksi hingga pengolahan. Dengan begitu, nilai tambah sawit bisa kembali lebih besar kepada masyarakat,” tegas Toha. Menurutnya, potensi perkebunan sawit Muba yang melimpah memerlukan penguatan koperasi dan hilirisasi sebagai pilar utama penggerak ekonomi daerah.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Aceh Timur Capai Rp3.732 per Kg, Periode 12–25 Agustus 2026
Menteri Koperasi RI, Ferry Joko Juliantono, mengamini hal tersebut dan mendorong integrasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir. “Seminar ini membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi badan usaha yang memberikan manfaat lebih besar bagi petani sawit. Kita ingin membangun model yang mengintegrasikan petani, koperasi dan industri dari hulu hingga hilir,” katanya. Ia menambahkan bahwa konsep ini akan diuji dari aspek hukum, sosial, teknis, lingkungan, dan komersial sebelum direplikasi secara nasional, di mana keberadaan pabrik CPO KUD Sejahtera di Muba bakal dijadikan contoh konkrit.
BACA JUGA:Harga TBS Tertinggi di Bangka Tengah Tembus Rp3.130 per Kg di PT Putera Bangka Tani
Dukungan serupa disampaikan oleh Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Dr. Ir. Mohammad Abdul Ghani, M.Si., yang menyatakan kesiapan korporasi dalam menyokong penguatan kapasitas petani daerah. “Kami akan membangun kemitraan dengan petani yang berhimpun dalam koperasi. Model kemitraan ini nantinya akan menjadi percontohan yang dapat dikembangkan di tempat-tempat lain,” tandasnya.(*)