Ilustrasi panen kelapa sawit
KENDARI, SAWITSUMATERA.ID- Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara resmi merilis penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk paruh kedua Agustus 2026, di mana angka tertinggi menyentuh Rp3.397 per kilogram bagi tanaman bernilai ekonomis kelompok umur 9 tahun.
Angka penetapan ini disahkan pada 28 Agustus 2026 dengan memperhitungkan indeks K di kisaran 87,68 persen, serta nilai jual CPO sebesar Rp15.095 tiap kilogram dan kernel yang berada di level Rp12.900 tiap kilogram.
BACA JUGA:Memahami Union Busting, Hak Berserikat Adalah Hak Fundamental Pekerja
Berdasarkan rincian untuk kategori petani plasma, riwayat kelompok umur tanaman menentukan besaran nominal yang diterima. Tanaman berusia 3 tahun dipatok seharga Rp2.909 per kilogram, kemudian naik menjadi Rp3.030 per kilogram bagi umur 4 tahun, Rp3.080 per kilogram untuk umur 5 tahun, dan Rp3.208 per kilogram pada umur 6 tahun. Tren peningkatan berlanjut pada usia 7 tahun seharga Rp3.281 per kilogram serta usia 8 tahun sebesar Rp3.376 per kilogram. Sementara itu, untuk rentang usia produktif 10 hingga 20 tahun dihargai Rp3.371 per kilogram.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Tertinggi di Lampung Tembus Rp3.554,30 per Kg pada Periode II Agustus 2026
Pada fase penurunan produktivitas tanaman plasma yang lebih tua, tarif yang ditetapkan bertahap menyesuaikan. Perkebunan berumur 21 tahun ditetapkan senilai Rp3.334 per kilogram, 22 tahun seharga Rp3.276 per kilogram, 23 tahun sebesar Rp3.228 per kilogram, 24 tahun berada di level Rp3.179 per kilogram, dan ditutup oleh kelompok umur 25 tahun pada angka Rp3.189 per kilogram.
BACA JUGA:Tiga Bulan Penuhi Asupan Gizi, PTPN IV Regional IV Perkuat Percepatan Penurunan Stunting di Tebo
Di sisi lain, patokan harga bagi skema petani swadaya disesuaikan berdasarkan persentase komposisi varietas buah. Kualitas tertinggi dengan kandungan 100% Tenera tanpa Dura mendapat penilaian paling mahal di angka Rp3.081 per kilogram. Seiring meningkatnya proporsi varietas Dura, patokan nilai jual berangsur turun dari kombinasi 90:10 senilai Rp3.059 per kilogram, 80:20 sebesar Rp3.037 per kilogram, 70:30 seharga Rp3.015 per kilogram, 60:40 sebesar Rp2.996 per kilogram, hingga komposisi 50:50 pada Rp2.974 per kilogram. Adapun campuran dengan dominasi 60% Dura dan 40% Tenera berada di batas terendah yakni Rp2.952 per kilogram.(*)