ilustrasi panen kelapa sawit

Lidi Sawit Tembus Pasar Tiongkok, Petani Sawit dan BPDP Sukses Dorong Ekspor Produk Perkebunan

Posted on 2026-09-14 06:22:55 dibaca 76 kali

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Lidi sawit asal Indonesia kini berhasil menembus pasar internasional hingga Tiongkok berkat kolaborasi erat antara petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Produk turunan kelapa sawit ini terbukti menjadi low hanging fruit yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan menggerakkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit di Bangka Tengah Bertahan Stabil, PT PBT Catat Pembelian Tertinggi Rp3.130 per Kg

Kisah sukses ekspor ini mengemuka dalam Podcast Bincang UMKM Perkebunan di Roemah Episode II bertema “Dari Roemah ke Dunia: Cerita UMKM Perkebunan Menembus Pasar Ekspor” di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan bahwa lidi sawit memiliki potensi amat besar untuk memajukan perekonomian warga di tingkat tapak.

BACA JUGA:New Honda ADV160 Resmi Meluncur, Skutik Penjelajah Tampil Makin Gagah dan Canggih

“Lidi sawit ini merupakan salah satu potensi yang sangat besar ini low hanging fruit yang bisa menjadi potensi untuk menggerakkan masyarakat kita, khususnya di desa-desa, untuk menjadi penghasil dolar,” ujar Helmi dalam diskusi tersebut.

Guna menembus pasar global, BPDP memfasilitasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani melalui berbagai kegiatan workshop dan pendampingan ekspor. Langkah ini selaras dengan upaya ASPEKPIR yang mendorong para petani sawit agar tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), melainkan juga memanfaatkan produk sampingan yang bernilai jual tinggi.

BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit di Dharmasraya Menyentuh Rp4.027 per Kilogram, PT AWB Catat Pembelian Tertinggi

Ketua Umum ASPEKPIR, Setiyono, menegaskan bahwa keberhasilan mengekspor lidi sawit membutuhkan proses pengolahan dan penyesuaian spesifikasi yang cukup panjang dari skala penggunaan lokal menuju standar internasional.

“Tidak ujug-ujug bisa ekspor. Memang perjalanannya panjang,” ujar Setiyono.

Melalui pendampingan berkelanjutan bersama Arra Setya Abadi (ASA) serta dukungan penuh BPDP, para petani sawit berhasil memproduksi lidi sesuai kualifikasi eksportir. Kolaborasi ini telah membuahkan hasil berupa pengiriman dua kontainer berukuran 40 kaki ke Tiongkok dengan kapasitas sekitar 30 ton per kontainer, termasuk pengiriman satu kontainer berisi 30.000 kilogram lidi sawit dari Langkat.

Ke depan, BPDP dan ASPEKPIR berkomitmen untuk terus memperluas pendampingan serta mengembangkan produk turunan kelapa sawit lainnya, seperti biochar, agar semakin banyak petani sawit dan pelaku UMKM perkebunan yang mampu membuahkan produk berorientasi ekspor ke pasar dunia.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id