Panen kelapa sawit
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit harian di Kabupaten Dharmasraya tercatat mencapai harga tertinggi sebesar Rp 3.987 per kilogram pada Rabu, 30 September 2026.
Patokan harga tertinggi tersebut ditawarkan oleh PT AWB berdasarkan penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Barat untuk periode 22 hingga 30 September 2026.
BACA JUGA:KUR Bank Jambi Rp200 Juta, Cicilan Mulai Rp3,8 Jutaan per Bulan, Ini Syarat-Syaratnya
Berdasarkan data harian yang dirilis Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya bersama Dinas Kominfo, rata-rata harga TBS di daerah tersebut berada di angka Rp 3.424 per kilogram.
Sementara itu, harga TBS terendah tercatat sebesar Rp 3.310 per kilogram di PT DSL, sehingga terdapat selisih harga tertinggi dan terendah mencapai Rp 717 per kilogram. Untuk harga brondolan, tingkat harga terendah berada di angka Rp 3.420 per kilogram di PT DSL, sedangkan harga brondolan tertinggi mencapai Rp 3.987 per kilogram di PT AWB.
Pada kategori daftar harga TBS Mitra, PT AWB mematok harga tertinggi sebesar Rp 3.987 per kilogram (harga disbun). Disusul oleh PT DSL yang menetapkan harga Rp 3.460 per kilogram, PT DL sebesar Rp 3.456 per kilogram, serta PT HKI sebesar Rp 3.436 per kilogram.
Selanjutnya, PT SMP membeli seharga Rp 3.350 per kilogram, PT SAK Timpeh sebesar Rp 3.345 per kilogram, dan PT Incasi Pangian sebesar Rp 3.340 per kilogram, sementara PT TKA tidak merinci nominal angkanya dalam laporan mitra.
Sementara untuk kelompok daftar harga TBS Non-Mitra, PT SMP membeli TBS petani seharga Rp 3.350 per kilogram, diikuti PT SAK Timpeh sebesar Rp 3.345 per kilogram. Tiga perusahaan lain menetapkan harga yang seragam yaitu Rp 3.340 per kilogram, masing-masing PT HKI, PT DL, dan PT Incasi Pangian.
Adapun harga terendah pada kelompok non-mitra dicatatkan oleh PT DSL yaitu sebesar Rp 3.270 per kilogram.
Ringkasan data Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mencatat dari total 8 PKS terdata di Kabupaten Dharmasraya, seluruhnya yaitu 8 PKS telah melaporkan pergerakan harga harian mereka.
Dari deretan pabrik tersebut, tercatat ada 2 PKS yang melaporkan sedang tidak menerima pasokan buah dari masyarakat pada periode tersebut. Kedelapan PKS yang beroperasi di wilayah Dharmasraya terdiri dari PT AWB, PT DSL, PT HKI, PT DL, PT SMP, PT SAK Timpeh, PT Incasi Pangian, dan PT TKA. (*)