Gerbang Tol Musi Landas

Jalan Tol Trans Sumatera Disorot BAKN DPR RI Akibat Realisasi Trafik Baru Mencapai 50 Persen

Posted on 2026-10-04 09:50:17 dibaca 54 kali

 

PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID-Realisasi trafik di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang baru menyentuh angka sekitar 50 persen dari target perencanaan awal mendapat sorotan tajam dari Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap membengkaknya beban operasional, biaya pemeliharaan, hingga beban bunga investasi yang harus ditanggung.

 BACA JUGA:Terios Special Edition Hadir di Jawa Tengah dengan Tampilan Eksklusif dan Jumlah Terbatas

Hal itu disampaikan Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo usai memimpin kunjungan kerja di Pekanbaru, Riau, Jumat (2/10/2026), untuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pembangunan dan pengelolaan infrastruktur penunjang ekonomi di Pulau Sumatera tersebut.   

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Bangka Tengah 2 Oktober 2026 Tertinggi Rp3.080 per Kilogram, Berikut Rincian Lengkapnya

"Sesuai temuan BPK antara pendapatan yang direncanakan dengan yang sudah terjadi itu hanya 50 persennya," kata Andreas dikutip dari wesbite DPR RI.

Ia menjelaskan bahwa rendahnya trafik pendapatan tersebut menciptakan tekanan keuangan yang cukup signifikan pada sisi operasional maupun investasi yang telah dikucurkan.

"Ini menimbulkan beban, baik beban untuk operasional dan pemeliharaan jalan tol tersebut maupun beban bunga dari investasi yang telah dilakukan," ujarnya. 

BACA JUGA:Harga TBS Mitra Plasma Rp3.586, Harga Petani Swadaya Rp3.015, Selisih Capai Rp571, Periode 21-27 September 2026

 Guna mencari solusi atas permasalahan tersebut, BAKN menggelar pertemuan bersama jajaran kementerian terkait, Badan Pengelola BUMN, Danantara, serta sejumlah badan usaha karya guna meninjau ulang penyelesaian rekomendasi BPK. Lebih dari sekadar menuntaskan temuan audit, BAKN mendorong perumusan skema maupun model bisnis baru yang lebih tepat agar proyek infrastruktur jalan tol yang bernilai ekonomis tinggi tetapi belum memenuhi kelayakan finansial komersial tetap dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Yang lebih penting adalah ke depannya bagaimana mencari model bisnis yang paling tepat untuk yang secara ekonomi itu layak atau sangat dibutuhkan, tetapi secara finansial belum memenuhi kriteria komersial," pungkasnya. (*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id