IPOC 2026 Siap Digelar di Bali untuk Bahas Arah Kebijakan dan Prospek Industri Sawit Global

IPOC 2026 Siap Digelar di Bali untuk Bahas Arah Kebijakan dan Prospek Industri Sawit Global

Posted on 2026-10-18 07:04:05 dibaca 14 kali

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bakal kembali menggelar ajang tahunan The 22nd Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2027 Price Outlook atau IPOC 2026 pada 11–13 November 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Mengusung tema “Palm Oil in a Fragmented World: Securing Food, Energy, and Economic Resilience”, konferensi bergengsi ini menghadirkan jajaran menteri serta pakar internasional untuk mengupas tuntas dinamika kebijakan B50, akses pasar Eropa, hingga proyeksi harga minyak nabati dunia pada 2027.

BACA JUGA:Harga TBS Petani Berisiko Tertekan Jika Pungutan Ekspor Sawit Dinaikkan pada 2027

Rencana penyelenggaraan forum strategis tersebut disampaikan dalam konferensi pers resmi di Kantor GAPKI, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengungkapkan bahwa IPOC memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para pelaku usaha global karena secara konsisten menjadi panggung utama dalam mendiskusikan arah kebijakan industri sawit Indonesia yang berdampak langsung terhadap keseimbangan pasokan dan harga di tingkat dunia.

BACA JUGA:Harga Minyak Sawit 2027 Berpotensi Melambung Akibat Lonjakan Serapan Domestik

“Di IPOC kita selalu bicara kebijakan. Karena kita produsen terbesar, kebijakan kita sangat berpengaruh terhadap harga maupun pasokan dunia, sehingga mereka sangat ingin mengetahui bagaimana kebijakan Indonesia berikutnya,” ujar Eddy.

Menurut Eddy, salah satu isu sentral yang paling disorot oleh mitra internasional adalah keberlanjutan program mandatori biodiesel Indonesia di tengah tingginya konsumsi dalam negeri. “Semuanya mempertanyakan kebijakan mandatori biodiesel kita. Indonesia ini produsen terbesar, tetapi juga konsumen terbesar dunia. Tapi intinya, kita tetap berkomitmen ekspor tetap jalan, dan mandatori juga tetap jalan,” tegasnya.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Tertinggi di Dharmasraya Tembus Rp 3.764 per Kilogram

Selain kebijakan energi terbarukan, IPOC 2026 juga akan membedah kesiapan Indonesia dalam menghadapi European Union Deforestation Regulation (EUDR) serta pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA). “Pertanyaan besarnya, bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi EUDR? Kalau Indonesia belum comply terhadap EUDR, apakah IEU-CEPA bisa berjalan? Ini yang nanti silakan teman-teman tanyakan kepada para speaker kita di IPOC,” kata Eddy.

Rangkaian agenda IPOC 2026 akan diisi oleh pembicara kunci ternama seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wamenlu Arif Havas Oegroseno, Wamenkeu Juda Agung, hingga analis senior pasar minyak nabati dunia Dorab Mistry dari Godrej International. Ketua Panitia IPOC 2026 Suryanto Bun menegaskan bahwa seluruh sesi dirancang untuk memberikan pandangan holistik bagi pelaku industri nasional dalam menyusun strategi bisnis ke depan.

“Memasuki penyelenggaraan ke-22, IPOC bukan hanya sebuah konferensi, melainkan investasi strategis untuk memahami arah pasar dan merajut kemitraan di tengah dunia yang terfragmentasi,” pungkas Suryanto.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id