Proses Penimbangan TBS Sawit di Muaro Jambi Jadi Penentu Utama Berat Bersih dan Harga Jual

Proses Penimbangan TBS Sawit di Muaro Jambi Jadi Penentu Utama Berat Bersih dan Harga Jual

Posted on 2026-10-25 05:47:43 dibaca 82 kali

MUARO JAMBI, SAWITSUMATERA.ID— Tahapan proses penimbangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tempat pengumpulan hasil panen wilayah Muaro Jambi menjadi penentu utama dalam menghitung berat bersih serta menetapkan harga jual akhir kepada para petani.

Prosedur penimbangan dilakukan secara sistematis saat armada kendaraan bermuatan sawit pertama kali tiba di lokasi pengumpulan hingga seusai seluruh muatan selesai dibongkar.

BACA JUGA:Tembus Rp 3.169 per Kilogram, Harga TBS Sawit Tertinggi di Gorontalo Periode Oktober 2026 Resmi Ditetapkan

Petugas timbang sekaligus admin di tempat pengumpulan TBS Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Weni (23), menjelaskan bahwa selisih dari dua kali proses penimbangan tersebut merupakan dasar dalam menentukan bobot bersih hasil panen kelapa sawit.

BACA JUGA:Bantu Korban Karhutla Kalimantan, Karyawan PTPN IV PalmCo Salurkan 11,2 Juta Liter Air Bersih dan 1 Juta Masker

“Pertama, kendaraan bermuatan sawit ditimbang, kemudian buah dibongkar dan kendaraan ditimbang kembali dalam keadaan kosong. Selisih kedua penimbangan menjadi berat bersih sawit,” kata Weni saat ditemui pada Sabtu (24/10/2026).

Selain mengukur bobot fisik, proses penimbangan dan pemeriksaan di lapangan juga mempertimbangkan aspek fisik seperti ukuran dan kondisi kelapa sawit. Saat musim kemarau melanda, ukuran buah sering mengalami penurunan sehingga menjadi salah satu indikator penting dalam penyesuaian nilai jual. Buah dengan ukuran standar akan dihargai sesuai pasaran, sedangkan buah yang tergolong kerdil atau kecil dikenai skema pemotongan harga.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Jambi Naik Rp45,32/Kg Jadi Rp3.679,34/Kg, Berikut Rincian Harga TBS 23-29 Oktober 2026

“Kalau ukuran buahnya kecil, ada pengurangan harga. Namun, buah berukuran normal mengikuti harga yang berlaku di sini,” ujar Weni.

Lebih lanjut, Weni mengungkapkan bahwa TBS yang diterima dari para petani terdiri atas dua varietas utama, yakni jenis Tenera dan Dura. Varietas Tenera ditandai dengan cangkang yang cenderung lebih tipis namun memiliki daging buah yang tebal, sedangkan varietas Dura memiliki karakteristik cangkang tebal dengan lapisan daging buah yang lebih tipis. Pada saat pemantauan di lokasi, harga TBS berukuran normal berada di angka Rp3.000 per kilogram, sementara buah berukuran kecil mengalami penyesuaian nominal sesuai aturan yang disepakati.

Di sisi lain, para pekerja bongkar muat sawit di lokasi menyebutkan bahwa standar dan persyaratan penerimaan TBS dapat bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing pabrik kelapa sawit (PKS). Pasokan buah berukuran kecil memang cenderung meningkat ketika intensitas curah hujan menurun akibat musim kemarau, sehingga kecermatan dalam proses penimbangan dan penyortiran menjadi faktor penting untuk memastikan transparansi transaksi antara petani dan pihak pengumpul.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id