Perawatan Kendaraan Niaga di Area Perkebunan Perlu Dipercepat untuk Menjaga Performa Mesin

Perawatan Kendaraan Niaga di Area Perkebunan Perlu Dipercepat untuk Menjaga Performa Mesin

Posted on 2026-10-28 05:45:58 dibaca 21 kali

JAMBI, SAWITSUMATERA.ID— Kendaraan niaga jenis pikap yang dioperasikan di kawasan perkebunan kelapa sawit maupun pertambangan membutuhkan perhatian ekstra akibat karakter medan jalan yang ekstrem dan berlumpur. Guna mencegah keausan dini serta menjaga keandalan mesin, jadwal perawatan berkala kendaraan operasional tersebut disarankan untuk dipercepat dari standar servis normal.

Technical Leader Bengkel Agung Toyota Telanaipura Ardi Agusman (33) menjelaskan bahwa kendaraan yang rutin melintasi jalan tanah atau berlumpur sebaiknya tidak menunggu hingga odometer mencapai batas servis biasa.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Naik Rp60,43 per Kg, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.739,83

“Kalau memang kendaraan rutin dioperasikan di area perkebunan dan pertambangan, kalau bisa dipercepat servisnya di 5.000 kilometer biar kita mendeteksinya lebih cepat jika ada kerusakan atau keabnormalan pada kendaraan,” jelas Ardi saat diwawancarai di bengkel servis Agung Toyota, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (27/10/2026).

Pada kondisi normal, jadwal perawatan rutin kendaraan berada pada interval 10.000 kilometer atau enam bulan sekali. Namun, khusus untuk kendaraan niaga yang bertugas di medan berat, mempersingkat servis menjadi 5.000 kilometer atau tiga bulan sekali sangat dianjurkan. Langkah antisipasi ini dinilai efektif untuk mendeteksi potensi kerusakan komponen lebih awal sebelum timbul gangguan teknis yang parah.

Ardi menambahkan bahwa keterlambatan dalam melakukan pemeriksaan berkala sering kali memicu penurunan tenaga pada mesin kendaraan. Masalah tersebut umumnya bersumber dari saringan udara yang tersumbat debu kotoran serta saringan bahan bakar yang kurang terawat, sehingga kedua komponen vital ini wajib diperiksa secara teliti.

BACA JUGA:Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid Hadir di Jambi dengan Teknologi Modern dan Tiga Pilihan Warna

Selain sektor mesin, sistem pengereman menjadi bagian yang paling rentan terdampak oleh lumpur dan tanah perkebunan. Penumpukan kotoran pada komponen rem dapat menyebabkan rem terasa lengket hingga mempercepat pengikisan kampas rem secara tidak merata. Pembersihan sisa lumpur secara berkala pada area rem menjadi prosedur penting yang wajib dilakukan pengguna setelah selesai beroperasi di lapangan.

“Kalau bisa setiap melakukan perawatan atau setelah melewati area perkebunan, area disekitar rem itu memang harus dibersihkan biar kampas rem itu enggak lengket sama lumpur,” kata Ardi.

Ketertiban pengemudi dalam menjalankan perawatan rutin tidak hanya menjaga daya tahan armada niaga, tetapi juga berkaitan langsung dengan klaim garansi resmi dari diler.

BACA JUGA:Dukung Generasi Sehat, PTPN IV Regional IV Kebun Rimbo Dua Salurkan Program TJSL Pencegahan Stunting di Kabupaten Tebo

Sementara itu, Kontroler Bengkel Servis Agung Toyota Wahyudi (35) menyampaikan bahwa garansi kendaraan niaga berlaku selama tiga tahun atau hingga mencapai 100.000 kilometer. Pemilik kendaraan juga berkesempatan mendapatkan perpanjangan masa garansi ekstra melalui program layanan purna jual yang tersedia.

"Garansi kendaraan berlaku selama tiga tahun atau 100.000 kilometer, sesuai ketentuan yang ditetapkan," ujar Wahyudi sembari menambahkan adanya program T-Care yang memungkinkan pelanggan memperoleh tambahan garansi satu tahun apabila memenuhi persyaratan program dan menjalani servis berkala secara disiplin di bengkel resmi.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id