Panen kelapa sawit

Industri Kelapa Sawit Nasional Diperkuat Melalui Percepatan PSR dan SPPKS

Posted on 2026-11-02 06:38:00 dibaca 17 kali

MEDAN, SAWITSUMATERA.ID — Industri kelapa sawit nasional terus diperkuat melalui percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta dukungan Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit (SPPKS) oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas, kesejahteraan pekebun, dan keberlanjutan ekosistem perkebunan kelapa sawit secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin, saat mengisi sesi diskusi dalam ajang Indonesian Palm Oil Stakeholders (IPOS) Forum 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara.

BACA JUGA:Dilengkapi Fitur Parkir Otomatis, Mobil Listrik Chery Q Resmi Sapa Warga Jambi

“Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini menjadi salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun serta menjaga keberlanjutan industri sawit nasional,” ungkap Normansyah.

Ia memaparkan bahwa capaian nasional program PSR sejak 2016 hingga 30 September 2026 telah menyentuh angka 438.217 hektar bagi 196.846 pekebun dengan total dana bantuan mencapai Rp12,48 triliun. Khusus di Sumatera Utara, realisasi program PSR dari tahun 2022 hingga triwulan III 2026 tercatat seluas 19.902,13 hektar bagi 9.048 pekebun dengan nilai penyaluran dana sebesar Rp553,76 miliar.

BACA JUGA:Pinjaman KUR Bank Jambi Plafond Rp250 Juta, Angsuran Mulai Rp4,8 Jutaan per Bulan

“BPDP berkomitmen untuk terus mempercepat pelaksanaan PSR melalui penyaluran dukungan pendanaan yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Komitmen kita adalah memastikan program PSR semakin mudah diakses oleh pekebun yang memenuhi persyaratan, semakin efektif pelaksanaannya, dan semakin nyata manfaatnya bagi peningkatan produktivitas serta kesejahteraan pekebun sawit rakyat,” tegasnya.

Selain program peremajaan, BPDP juga terus mendorong penyaluran program SPPKS. Secara nasional dari tahun 2020 hingga triwulan III 2026, telah terbit berbagai rekomendasi teknis (rekomtek), antara lain 146 rekomtek intensifikasi, 70 peningkatan jalan, 13 ekstensifikasi, 3 alat pascapanen, 2 mesin pertanian, serta masing-masing 1 rekomtek untuk penelusuran teknis, infrastruktur pasar, dan alat transportasi.

BACA JUGA:Transformasi Industri Sawit Nasional Fokus Peningkatan Produktivitas hingga Hilirisasi

Untuk wilayah Sumatera Utara sendiri, hingga triwulan III 2026 tercatat satu rekomtek yang telah terealisasi, yakni bagi Koperasi Maju Lancar Mandiri Labuhanbatu berupa paket intensifikasi pupuk dan pestisida seluas 51,562 hektar untuk 21 pekebun.

Keikutsertaan BPDP dalam IPOS Forum 2026 yang mengusung tema "Kemana Arah Transformasi Industri Sawit Nasional?" ini juga dilengkapi dengan hadirnya stan informasi. Sarana tersebut disediakan untuk memperluas edukasi, membuka dialog publik, serta memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan demi menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia.(*)

Copyright 2025 SawitSumatera.id

Alamat: Jambi

Telpon: -

E-Mail: info@sawitsumatera.id