Genjot Ekspor CPO dan Efisiensi Biaya, PTPN IV PalmCo Optimistis Penuhi Target Akhir Tahun
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – PTPN IV PalmCo mematangkan strategi operasional dan finansial untuk memastikan pencapaian target akhir tahun 2026.Perusahaan memprioritaskan peningkatan volume ekspor langsung CPO, efisiensi biaya, serta transformasi tata kelola kebun presisi.
Memasuki kuartal keempat tahun 2026, langkah strategis tersebut dimatangkan melalui Rapat Pimpinan (Rapim) Q4 yang melibatkan jajaran Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi, hingga Regional Management.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa optimalisasi sisa waktu di dua bulan terakhir difokuskan pada pengawalan produksi secara ketat dari hulu ke hilir yang dibarengi inisiatif efisiensi terstruktur guna menjaga daya saing biaya produksi dan profitabilitas.“Tahun ini kita melakukan inisiatif untuk memperluas pasar melalui direct export.
BACA JUGA:Biodiesel B50 Menuju B60: BRIN Dorong Bioetanol Sawit untuk Tekan Impor Bensin
Namun, kuncinya tetap berada pada pengawalan produksi di lapangan, memastikan kepastian pasokan, serta menjaga mutu yang ketat mulai dari proses di pabrik hingga manajemen logistik. Di sisi lain, kita terus menekan cash cost melalui inisiatif Go Lean dan Go Secure agar margin perusahaan tetap terjaga secara fundamental,” ujar Jatmiko.
BACA JUGA:Hyundai Stargazer Hadir di Jambi Mulai Rp246 Juta, Usung Fitur Keselamatan Lengkap untuk Keluarga
Selain fokus operasional inti, manajemen juga menggarisbawahi pentingnya manajemen aset yang terukur serta optimalisasi inisiatif green business. PTPN IV PalmCo memastikan seluruh aset perusahaan terkuasai secara fisik dan tuntas secara legalitas guna memitigasi risiko operasional. Secara paralel, perusahaan memaksimalkan nilai tambah dari pengolahan limbah sawit, seperti pemanfaatan fasilitas methane capture dan optimalisasi penjualan cangkang sawit.Sejalan dengan visi direksi, Komisaris Utama PTPN IV PalmCo, Desrial, mengingatkan bahwa keunggulan operasional perusahaan perkebunan ke depan diukur dari tingginya capaian produktivitas per hektare dan ketepatan alokasi biaya, bukan lagi semata-mata dari luas lahan. Industri saat ini mengharuskan perusahaan beralih pada penerapan Smart Plantation yang mengintegrasikan mekanisasi lapangan dengan sistem digitalisasi.
BACA JUGA:IPOC 2026 Bali, Prospek Harga Kelapa Sawit Dunia 2027 Jadi Sorotan Utama
"Transformasi ini adalah keharusan. Eksekusi operasional yang didukung oleh mekanisasi akan menjamin standarisasi proses dan efisiensi waktu, sementara digitalisasi memastikan setiap pelaporan dan pengambilan keputusan manajerial terkalibrasi secara objektif, cepat, dan berbasis data mutakhir. Keduanya harus berjalan beriringan agar corrective action di lapangan dapat dilakukan seketika," tegas Desrial.
Dewan Komisaris turut menyoroti pentingnya penegakan Good Corporate Governance (GCG) di seluruh level manajemen. Kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Instruksi Kerja (IKA) wajib menjadi pedoman harian dengan pengawasan berjenjang mulai dari lapisan eksekutor pertama.
Melalui sinkronisasi antara agresivitas pencapaian target produksi, perluasan pasar global, dan pengawasan internal yang ketat, PTPN IV PalmCo optimistis tren kinerja positif hingga kuartal ketiga dapat terus terakselerasi guna mencatatkan pencapaian optimal di penutup tahun buku 2026. (*)