Update Komoditas Dharmasraya Hari Ini: Harga Tertinggi TBS Rp3.684/Kg, Brondolan Rp3.950/Kg
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis harga Tandan Buah Segar (TBS...
JAKARTA,SAWITSUMATERA.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendesak pemerintah untuk bergerak cepat memulihkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani yang saat ini tengah merosot tajam.
Kondisi terpuruknya harga jual ini terjadi akibat adanya spekulasi pasar dan ketidakpastian informasi di lapangan setelah pengumuman kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
BACA JUGA:Berikut Daftar Harga TBS Sawit di 22 Provinsi di Indonesia Periode 18-24 Mei 2026
Dikutip dari website resmi Kementerian Pertanian, Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, mengungkapkan bahwa harga TBS untuk kategori petani swadaya saat ini anjlok sangat dalam hingga menyentuh kisaran Rp1.800 hingga Rp2.200 per kilogram. Penurunan harga rata-rata di lapangan tercatat mencapai Rp600 hingga Rp1.500 per kilogram.
“Petani swadaya sekarang itu ada yang tinggal Rp1.800 sampai Rp2.200 per kilogram. Padahal HPP kita Rp2.000. Artinya petani sudah nombok,” kata Gulat usai Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV Mei 2026 Naik Jadi Rp 4.005 per Kilogram
Gulat menegaskan bahwa petani sawit swadaya menjadi kelompok yang paling terpukul dan menderita dalam situasi ini.
Berbeda dengan petani plasma atau bermitra yang masih terlindungi oleh kontrak, petani swadaya sama sekali tidak memiliki kepastian kontrak pembelian.
“Kalau petani bermitra masih ada perlindungan karena diatur Permentan Nomor 13 Tahun 2024. Yang paling terpuruk itu petani swadaya, sementara luas kebun petani swadaya mencapai 93 persen dari total kebun sawit rakyat,” ujarnya.
Menurut pengamatan Apkasindo, anjloknya harga TBS ini sangat tidak masuk akal karena tidak dipicu oleh melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) global.
Sebaliknya, harga CPO dunia di bursa Malaysia maupun Rotterdam justru sedang menguat tajam.
“Harga CPO global lagi bagus. Kalau dirupiahkan bisa rata-rata Rp18 ribu, seharusnya harga dalam negeri sekitar Rp15.800. Tapi sekarang hanya sekitar Rp11 ribu. Jadi tidak masuk akal kalau harga TBS petani jatuh sedalam ini,” katanya.
Penurunan drastis ini dinilai murni karena adanya bottleneck informasi dan ruang spekulasi yang memicu kepanikan di pasar setelah pengumuman DSI.
Banyak pelaku usaha yang panik dan langsung menurunkan harga pembelian secara sepihak, padahal aktivitas ekspor sama sekali tidak dihentikan.
“Empat jam setelah pengumuman Presiden Prabowo pada 20 Mei lalu, harga langsung turun Rp400. Besoknya turun lagi Rp800, lalu terus sampai Rp1.500. Padahal ekspor tidak dihentikan dan implementasi penuh baru berlaku Januari 2027,” ujarnya.
Meski terpukul oleh gejolak harga ini, Apkasindo menyatakan bahwa seluruh petani sawit pada dasarnya tetap memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan PT DSI.
Kebijakan ini dinilai sangat positif karena mampu memperkuat tata kelola sawit nasional.
“Petani sawit swadaya maupun bermitra mendukung DSI, tetapi harus dijelaskan cepat. Jangan petani dibiarkan jadi korban abu-abunya penjelasan tentang DSI,” tegas Gulat.
Menurutnya, DSI justru dapat menjadi instrumen penguatan tata kelola sawit nasional dan memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global.
“Masa kita jual sawit sendiri-sendiri ke luar negeri tanpa kendali harga. Kalau DSI berjalan baik, ini bisa menjadi dirigen sawit Indonesia,” katanya.
Menyikapi gejolak ini, Apkasindo sangat mengapresiasi langkah cepat Wakil Menteri Pertanian Sudaryono yang langsung menggelar Rapat Koordinasi dengan mengumpulkan asosiasi petani, GAPKI, hingga Satgas Pangan Polri.
“Dengan pertemuan tadi sudah semakin clear. Kalau setelah ada lima poin kesepakatan tadi masih ada yang menekan harga petani, berarti memang ada niat melawan kebijakan Presiden,” katanya.
Apkasindo juga mendukung penuh langkah tegas Satgas Pangan Polri yang akan turun ke lapangan untuk memantau dan menindak Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang terbukti masih membeli TBS di bawah harga wajar.
“Tidak ada alasan lagi membeli murah TBS petani setelah penjelasan pemerintah hari ini. Harga global bagus, ekspor tetap jalan, jadi jangan cari pembenaran untuk menekan harga petani sawit,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono atau akrab disapa Mas Dar bergerak cepat merespons penurunan harga TBS sawit dengan mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan lima poin simpulan penting, yaitu: kenaikan TBS karena dipicu efek psikologis terhadap kebijakan ekspor satu pintu; penegasan pemerintah bahwa PT DSI bertugas sebagai pengelola dan tidak memungut biaya tambahan atau mengambil keuntungan dari transaksi ekspor; aktivitas ekspor pelaku usaha tetap berjalan normal selama masa transisi; semua pelaku usaha di sektor hilir sawit tetap melakukan kegiatan usaha lainnya; dan pemerintah berharap dengan adanya penjelasan tersebut maka pelaku usaha dapat kembali melakukan penyesuaian harga pembelian TBS sesuai harga acuan CPO di wilayah masing-masing.
“Kami berharap setelah penjelasan ini, kekhawatiran pelaku usaha hilang dan harga pembelian TBS kembali normal sesuai mekanisme yang berlaku,” ungkap Wamentan Sudaryono.(*)
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya merilis harga Tandan Buah Segar (TBS...
PADANG , SAWITSUMATERA.ID- Para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Barat tampaknya harus gigit jari pekan ini...
PALEMBANG,SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira kembali menghampiri para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera ...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Satgas Pangan Polri mulai menyelidiki dugaan kartel dan persekongkolan harga Tan...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengeluarkan ultimatum tegas kep...
PESISIR SELATAN, SAWITSUMATERA.ID — Grafik harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya di Kabu...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) m...
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID– Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Siak guna merespons laporan m...
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID– Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Kabupaten Siak guna merespons laporan m...
PEKANBARU, SAWITSUMTERA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bergerak cepat dalam merespons dinamika sosial dan ekonom...

