Berita dan Informasi Teraktual seputar Sawit Regional Sumatera.

Get In Touch

Industri Sawit Optimistis Hadapi Kebijakan B50 2026 di Tengah Dampak El Nino yang Terkendali

panen kelapa sawt

YOGYAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— Industri kelapa sawit Indonesia tetap optimistis menghadapi implementasi program Biodiesel B50 pada tahun 2026 seiring dampak fenomena El Nino terhadap produksi sawit nasional yang dinilai masih berada dalam tingkat terkendali. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyampaikan bahwa pemantauan di berbagai sentra perkebunan menunjukkan potensi penurunan produksi kini diperkirakan maksimal 3 juta ton, jauh lebih baik dibanding estimasi awal yang sempat mendekati 5 juta ton.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Dharmasraya Menyentuh Rp4.050 per Kg, Terendah Rp3.210 per Kg

Dalam usai Workshop Jurnalis GAPKI di Yogyakarta, Eddy mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, hingga Kalimantan Utara masih mendapatkan curah hujan yang baik. Kendati demikian, sektor perkebunan tetap menghadapi tantangan pemupukan di tengah musim kering karena penundaan aplikasi pupuk berisiko memengaruhi produktivitas. "Ini memang nanti menyebabkan ekspor kita bisa turun pada 2027. Karena dampak El Nino bukan hanya terlihat pada tahun ini, tetapi baru akan terasa lebih besar pada tahun depan," ujar Eddy Martono. "Pupuk itu mahal dan masih kita impor. Kalau tidak ada hujan, tidak dibolehkan untuk memupuk. Jadi praktis pada semester kedua tahun 2026, daerah yang terkena dampak El Nino tidak bisa melakukan pemupukan," jelasnya.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pasaman Barat Rilis per 1 September 2026: Tertinggi Rp3.942,33/Kg dan Terendah Rp3.210/Kg

Terkait dengan kebijakan energi, implementasi B50 diproyeksikan meningkatkan kebutuhan bahan baku biodiesel menjadi sekitar 14 juta ton pada 2026 dan berlanjut hingga 16–17 juta ton pada 2027. GAPKI menegaskan dukungannya terhadap prioritas pemenuhan kebutuhan minyak sawit dalam negeri, dengan catatan kebijakan pungutan ekspor tetap dijaga agar tidak menekan harga di tingkat petani. "Jangan sampai nanti pungutan ekspor dinaikkan. Karena kalau dinaikkan maka akan menekan harga CPO dalam negeri dan pada akhirnya harga TBS petani juga akan tertekan," tegas Eddy. "Saya meyakini tidak akan ada masalah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Prioritas tentu untuk kebutuhan nasional terlebih dahulu, baru sisanya dialokasikan untuk ekspor," ujarnya.

BACA JUGA:Mitsubishi New Xforce ICE: Pilihan Masuk Akal untuk First SUV Buyer

Eddy juga menekankan pentingnya sinergi bersama media untuk menyuarakan fakta objektif industri sawit yang kini menjadi tumpuan hidup bagi sekitar 16 juta orang di Indonesia. "Tidak ada artinya jika kita tidak bisa menyuarakan fakta yang sebenarnya. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting," katanya. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan kebijakan yang tepat, industri sawit diyakini akan terus kokoh menjadi motor penggerak ekonomi, penyumbang devisa, serta penopang utama ketahanan energi dan pangan nasional.(*)




Berita Terkait

GAPKI Usulkan Kebun Sawit Khusus Energi Dukung Program B50 dan Hilirisasi

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan pengembangan kebun sawit khusu...

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Capai Rata-Rata Rp3.568 dan Rp2.929 per Kg di 22 Provinsi

JAKARTA , SAWITSUMATERA.ID– Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya kelapa sawit di 22 provin...

GAPKI Tegaskan Keberlanjutan dan Ekonomi Harus Saling Menguatkan dalam Dialog di Amsterdam

AMSTERDAM, SAWISUMATERA.ID— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa prinsip keberlanjut...

Produksi CPO Cukup Dukung Mandatori B50, GAPKI Ingatkan Pentingnya Produktivitas Demi Menjaga Ekspor

BALI, SAWITSUMATERA.ID— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa produksi minyak saw...

PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan di Dua Provinsi Berkat Kemitraan Sawit Rakyat Penopang B50

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo meraih apresiasi di dua provinsi sekaligus atas keber...

Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Tumbuh 5,49 Persen, Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Nilai Tambah

JAKARTA, SAWTSUMATERA.ID – Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit mencatatkan pertumbuhan seb...

GAPKI Targetkan 100 Persen Anggota Bersertifikat ISPO Melalui Akselerasi di Kalimantan Barat

PONTIANAK, SAAWITSUMATERA.ID — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus memacu komitmennya dalam me...

Prospek Industri Sawit Indonesia 2026: Tertekan Stagnasi Produksi, Kebijakan B50, dan Lonjakan Biaya Operational

KUNMING,SAWITSUMATERA.ID — Industri kelapa sawit Indonesia memasuki babak penuh tantangan sepanjang tahun 2026. Se...

Dura, Tenera, dan Pisifera: Mengenal Karakteristik Utama Kelapa Sawit Penentu Hasil Panen

JAKARTA,SAWITSUMATERA.ID- Keberhasilan serta potensi hasil panen perkebunan kelapa sawit sangat bergantung pada tingkat ...

Daya Saing Industri Sawit Nasional Butuh Lompatan Inovasi demi Genjot Produktivitas

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Industri kelapa sawit Indonesia dinilai membutuhkan dorongan riset serta inovasi secara...