ilustrasi panen kelapa sawit
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID - Petani kelapa sawit di seluruh Kabupaten Dharmasraya kini dapat mencermati pergerakan nilai jual hasil panen mereka menyusul rilis terbaru mengenai fluktuasi harga harian Tandan Buah Segar (TBS).
Merujuk pada data infografis resmi yang diunggah melalui akun Instagram Dinas Pertanian Dharmasraya, grafik harga pada awal pekan ini menunjukkan nominal tertinggi berhasil menyentuh Rp 3.789 per kilogram, sementara untuk level harga terendah berada di angka Rp 3.265 per kilogram.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Pasaman Barat 28 Juni 2026, Tertinggi Tembus Rp3.754/Kg, Berikut Daftar Harganya
Berdasarkan rangkuman data harian per Senin, 29 Juni 2026, nilai jual komoditas sawit paling tinggi tersebut dilaporkan oleh PT AWB (harga disbun). Di sisi lain, harga pembelian TBS paling murah atau berada di batas bawah dicatatkan oleh PT Incasi Pangian. Adanya perbedaan nominal pembelian di antara kedua korporasi tersebut memicu selisih margin harga yang cukup berjarak, yakni sebesar Rp 524 per kilogram, dengan perolehan rata-rata keseluruhan pabrik berada di angka Rp 3.405 per kilogram.
BACA JUGA:Sambut Mandatori B50, GAPKI Optimis Industri Sawit Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Jika ditinjau secara mendalam pada draf harga pasar non-mitra, sejumlah PKS mematok nilai beli yang bervariasi. PT HKI dan PT DL kompak membuka harga di angka Rp 3.390 per kilogram, disusul oleh PT DSL senilai Rp 3.380 per kilogram, PT SMP sebesar Rp 3.330 per kilogram, serta PT SAK Timpeh yang bertengger pada nominal Rp 3.295 per kilogram. Khusus untuk komoditas buah sawit kategori brondolan, grafik performa menunjukkan angka yang menjanjikan di mana PT DSL berani melakukan pembelian senilai Rp 3.800 per kilogram.
Berdasarkan rekapitulasi data PKS yang dihimpun per pukul 08.00 WIB, dari total 8 pabrik kelapa sawit yang terdata di Kabupaten Dharmasraya, seluruhnya terpantau aktif memberikan laporan pergerakan harga komoditas sawit. Pihak dinas juga mencantumkan catatan seperti terlihat pada draf 14.jpg bahwa dari total korporasi tersebut, terdapat 2 pabrik kelapa sawit yang mengonfirmasi sedang tidak menerima pasokan buah sawit dari masyarakat umum pada hari penginputan data dilakukan.(*)