Harga TBS Sawit Sumut Naik Tipis Jadi Rp3.882,99/Kg, Berikut Daftar Harga TBS 8-14 Juli 2026
MEDAN, SAWITSUMATERA.ID- Kabar gembira menghampiri para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Hal ini...
BANDA ACEH, SAWITSUMATERA.ID- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh menetapkan harga Tandan Buah (TBS) kelapa sawit untuk periode 17-30 Juni 2026.
Dalam penetapan harga tersebut, untuk harga TBS kelapa sawit pekebun mitra tertinggi Rp 3.537 per kilogram di Wilayah Timur dan Rp 3.476 per kilogram di Wilayah Barat pada kelompok umur tanaman 10–20 tahun.
Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit yang diselenggarakan secara offline dan online di Ruang Kepala Bidang P3UP Distanbun Aceh pada Rabu, 17 Juni 2026.
Langkah standardisasi nilai jual ini menjadi rujukan resmi bagi para petani kelapa sawit dan korporasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dalam melakukan transaksi perdagangan secara kemitraan.
Adapun rincian Harga TBS Pekebun Mitra Wilayah Aceh untuk seluruh kelompok umur tanaman sawit kategori Mitra Plasma telah diatur secara rinci sebagai berikut:
Untuk tanaman berumur 3 tahun dengan rendemen 16,30%, harga ditetapkan sebesar Rp 2.652 untuk Wilayah Timur dan Rp 2.607 untuk Wilayah Barat.
Pada umur 4 tahun dengan rendemen 17,68%, harganya adalah Rp 2.903 di Wilayah Timur dan Rp 2.853 di Wilayah Barat.
Bagi tanaman berumur 5 tahun dengan rendemen 18,83%, harga dipatok Rp 3.080 di Wilayah Timur dan Rp 3.027 di Wilayah Barat.
Selanjutnya, tanaman berumur 6 tahun dengan rendemen 19,94% dihargai Rp 3.240 di Wilayah Timur dan Rp 3.184 di Wilayah Barat.
Untuk umur 7 tahun dengan rendemen 20,97%, harganya mencapai Rp 3.367 di Wilayah Timur dan Rp 3.309 di Wilayah Barat.
Tanaman berumur 8 tahun dengan rendemen 21,19% ditetapkan sebesar Rp 3.433 di Wilayah Timur dan Rp 3.373 di Wilayah Barat.
Sementara itu, tanaman berumur 9 tahun dengan rendemen 21,36% dipatok pada angka Rp 3.459 di Wilayah Timur dan Rp 3.399 di Wilayah Barat.
Setelah mencapai masa puncak di umur 10–20 tahun, harga untuk tanaman berumur 21 tahun dengan rendemen 20,95% berada di angka Rp 3.405 untuk Wilayah Timur dan Rp 3.346 untuk Wilayah Barat.
Penurunan berlanjut pada tanaman berumur 22 tahun dengan rendemen 20,74% yang dihargai Rp 3.371 di Wilayah Timur dan Rp 3.313 di Wilayah Barat.
Untuk umur 23 tahun dengan rendemen 20,44%, nominalnya adalah Rp 3.328 di Wilayah Timur dan Rp 3.270 di Wilayah Barat.
Pada umur 24 tahun dengan rendemen 20,09%, harga dipatok Rp 3.277 di Wilayah Timur dan Rp 3.221 di Wilayah Barat.
Terakhir, untuk kelompok umur 25 tahun dengan rendemen 19,68%, harga ditutup pada angka Rp 3.218 untuk Wilayah Timur dan Rp 3.163 untuk Wilayah Barat.
Sementara itu, penetapan nilai jual untuk kategori Mitra Swadaya didasarkan pada persentase jenis varietas buah.
Untuk komposisi 100% Tenera dan 0% Dura harganya adalah Rp 3.241 di Wilayah Timur dan Rp 3.185 di Wilayah Barat.
Komposisi 90% Tenera dan 10% Dura dipatok Rp 3.221 di Wilayah Timur dan Rp 3.165 di Wilayah Barat. Untuk campuran 80% Tenera dan 20% Dura dihargai Rp 3.199 di Wilayah Timur dan Rp 3.144 di Wilayah Barat. Seterusnya, komposisi 70% Tenera dan 30% Dura berada di angka Rp 3.178 di Wilayah Timur dan Rp 3.123 di Wilayah Barat.
Komposisi 60% Tenera dan 40% Dura senilai Rp 3.159 di Wilayah Timur dan Rp 3.104 di Wilayah Barat.
Untuk perbandingan seimbang 50% Tenera dan 50% Dura dihargai Rp 3.137 di Wilayah Timur dan Rp 3.083 di Wilayah Barat.
Batas terendah berada pada komposisi 40% Tenera dan 60% Dura dengan harga Rp 3.116 untuk Wilayah Timur dan Rp 3.062 untuk Wilayah Barat.
Penyusunan indeks ini juga merujuk pada indikator pasar global, di mana harga Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp 15.136,16 per kilogram dan harga Kernel (inti sawit) menyentuh Rp 12.537,27 per kilogram, dengan ketetapan Indeks K masing-masing sebesar 89,38% untuk Wilayah Timur dan 87,84% untuk Wilayah Barat.
Jalannya rapat perumusan berkala ini dibuka secara daring melalui pidato pengantar oleh Plt. Kadistanbun Aceh, Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP, MP. Agenda koordinasi tersebut selanjutnya dimoderatori oleh Kepala Bidang P3UP, Habiburrahman, serta diikuti secara aktif oleh perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Staf Ahli Sektor Perkebunan, Tim Penetapan Harga, serta perwakilan manajemen PKS se-Aceh.
Turut hadir memberikan masukan di tempat maupun virtual, yaitu utusan Dinas Perkebunan Nagan Raya yang diwakili Akmaizar, serta perwakilan korporasi kelapa sawit yakni Kaifal dari PT Juli Prima Kencana dan Ari Saputra dari PT Samira Makmur Sejahtera.
Pihak otoritas mengingatkan bahwa forum evaluasi kelayakan harga kelapa sawit berikutnya diagendakan kembali secara virtual via Zoom pada Rabu, 1 Juli 2026 mendatang mulai pukul 10.00 WIB.
MEDAN, SAWITSUMATERA.ID- Kabar gembira menghampiri para petani kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Hal ini...
PADANG, SAWITSUMATERA.ID– Angin segar berembus bagi para pekebun kelapa sawit di wilayah Sumatera Barat. Berdasar...
Implementasi B50 Berpotensi Dongkrak Harga CPO dan TBS Petani Nasional JAKARTA, SAWITSUAMTERA.ID– Rencana...
PASAMAN BARAT, SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira menghampiri para petani kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat. ...
JAMBI, SAWITSUMATERA.ID–Petani sawit di Provinsi Jambi gacor pada pertengahan Juli 2026 Pasalnya, harga Tandan Bu...
PEKANBARU, SAWITSUAMTERA.ID- Para petani kelapa sawit kemitraan mitra plasma di Provinsi Riau langsung tersenyum...
BANGKA TENGAH, SAWITSUMATERA.ID-Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kabupaten Bangka Tengah per Jumat, 26 Juni 2026, berada...
DHARMASRAYA,SAWITSUMATERA.ID — Harga Tandan Buah Segar (TBS) di seluruh Kabupaten Dharmasraya menunjukkan performa...
PASAMAN BARAT, SAWITSUMATERA.ID – Harga Tandan Buah Segar (TBS) se Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar...
PADANG, SAWITSUMATERA.ID– Petani kelapa sawit Sumatra Barat (Sumbar) kini bisa tersenyum lebar. Hal ini s...

