Tembus Rp3.789 per Kilogram, Harga Tertinggi TBS Kelapa Sawit di Pasaman Barat Bikin Petani Sumringah
PASAMAN BARAT, SAWITSUMATERA.ID – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat tengah menikmati angin segar...
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID - Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma di Provinsi Riau dipatok melorot menjadi Rp3.776,16 per kilogram untuk kelompok umur 9 tahun. Angka baru ini dirilis oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau untuk periode perdagangan 24 hingga 30 Juni 2026. Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga, komoditas sawit di kelompok umur tersebut tercatat mengalami penurunan tipis sebesar Rp9,72 per kilogram atau menyusut 0,26 persen dari harga pekan lalu.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Swadaya Riau Naik Lagi, Umur 9 Tahun Kini Tembus Rp3.707,61 per Kg
Pergeseran acuan nilai kebun ini mengadopsi standarisasi tabel rendemen termutakhir yang dirilis berdasarkan kajian Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Aturan baru tersebut resmi diaplikasikan sebagai dasar transaksi perdagangan kelapa sawit plasma di daerah Riau selama satu pekan ke depan.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Kalbar Periode III Juni 2026 Naik, Tertinggi Capai Rp3.479,18 per Kg
Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, “Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kebdepan turun menjadi Rp 3.776,16/Kg dan berlaku untuk periode satu minggu kedepan, dengan harga cangkang sebesar Rp 19,77/Kg. Pada periodeini indeks K yang dipakai adalah 92,87%, harga penjualan CPO minggu ininaik sebesar Rp 61,40 dan kernel minggu ini turun sebesar Rp 124,57 dariminggu lalu,” katanya.
Langkah formulasi angka kuotasi mingguan ini bersandar secara yuridis pada regulasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 yang mengontrol mekanisme pengadaan TBS kelapa sawit pekebun kemitraan, dikombinasikan dengan arahan teknis dari Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.
Berdasarkan dinamika pasar yang berkembang, terdapat sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) yang dilaporkan absen melakukan aktivitas niaga. Menyikapi situasi tersebut, merujuk pada regulasi Permentan pasal 16, tim penilai mengompensasikannya dengan memakai rata-rata nilai pasar gabungan, atau beralih memanfaatkan data rujukan dari Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) apabila mendeteksi adanya indikasi validasi tahap dua. Untuk periode ini, rata-rata perdagangan CPO di jalur KPBN berada pada level Rp15.335,00, sementara sektor kernel KPBN menyentuh harga Rp12.610,00.
Mengenai akar penyebab merosotnya nilai tukar komoditas pada pekan ini, Supriadi menjelaskan, “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga kernel,” ujarnya.
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya Per 20 Juni 2026 Tembus Rp3.789/Kg, Petani Kelapa Sawit Gembira
Pihak otoritas menegaskan komitmen berkelanjutan dalam melakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan rantai tata kelola sistem perdagangan TBS di Provinsi Riau. Hal ini ditujukan agar proses penentuan harga tidak menyimpang dari koridor hukum formal sekaligus mampu menghadirkan iklim usaha yang seimbang serta saling menguntungkan bagi kelompok tani maupun perusahaan pengolah kelapa sawit.
"Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Secara terperinci, berikut merupakan daftar lengkap nilai tebus TBS kelapa sawit untuk pola kemitraan plasma di Provinsi Riau yang berlaku sepanjang masa edar 24 sampai 30 Juni 2026: untuk kelapa sawit usia 3 tahun dihargai Rp2.905,29/Kg, usia 4 tahun dipatok Rp3.298,26/Kg, usia 5 tahun berada pada level Rp3.497,10/Kg, serta usia 6 tahun senilai Rp3.650,18/Kg.
BACA JUGA:PT SAL bersama Dukcapil Fasilitasi Perekaman KTP dan Layanan Kesehatan Suku Anak Dalam
Selanjutnya, kelapa sawit berumur 7 tahun ditetapkan sebesar Rp3.728,26/Kg, umur 8 tahun dipatok seharga Rp3.772,38/Kg, dan puncak harganya ditempati kelompok umur 9 tahun senilai Rp3.776,16/Kg. Di samping itu, untuk klaster usia produktif dari 10 hingga 20 tahun berada di angka Rp3.755,44/Kg.
Sementara untuk kategori tanaman yang berumur lebih tua, rincian harganya meliputi usia 21 tahun senilai Rp3.695,74/Kg, usia 22 tahun sebesar Rp3.638,34/Kg, usia 23 tahun seharga Rp3.577,22/Kg, usia 24 tahun dipatok Rp3.510,14/Kg, dan usia 25 tahun ditetapkan Rp3.434,80/Kg.(*)
PASAMAN BARAT, SAWITSUMATERA.ID – Para petani kelapa sawit di Kabupaten Pasaman Barat tengah menikmati angin segar...
BANGKA TENGAH, SAWITSUMATERA.ID– Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah mengeluarkan rilis t...
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya kembali merilis perkembangan harga Tandan Bu...
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID - Harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan plasma di Provinsi Riau dip...
PEKANBARU, SAWITSUMATERA.ID- Nilai jual Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit milik pekebun kemitraan swadaya di ...
PONTIANAK, SAWITSUMATERA.ID- Tim Penetapan Harga Provinsi Kalimantan Barat resmi merilis harga Tandan Buah Segar...
...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) kembali merilis data resmi ...
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID – Kabar gembira datang bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya. Berda...
DHARMASRAYA, SAWITSUMATERA.ID — Kabar baik bagi para petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya, di mana...

