Harga Referensi Minyak Sawit Agustus 2026 Terkoreksi Jadi USD 996,52 per Metrik Ton
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (cr...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk periode 1–31 Agustus 2026 sebesar USD 996,52 per metrik ton (MT). Nilai ini tercatat mengalami penurunan sebesar USD 4,38 atau berkurang 0,44 persen jika dibandingkan dengan HR CPO periode Juli 2026 yang sempat berada di angka USD 1.000,90 per MT.
BACA JUGA:Ragam Inovasi PTPN IV PalmCo Sedot Perhatian Pengunjung SIEXPO 2026 di Pekanbaru
Koreksi pada HR CPO tersebut secara otomatis memengaruhi besaran Bea Keluar (BK) serta tarif Pungutan Ekspor (PE) yang dikenakan. Pada periode ini, BK CPO ditetapkan sebesar USD 148 per MT, sementara PE CPO ditetapkan sebesar 12,5 persen dari HR CPO atau setara USD 124,56 per MT.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menerangkan, "HR CPO pada Agustus 2026 turun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sesuai ketentuan yang berlaku, penurunan tersebut diikuti dengan penetapan BK sebesar USD 148/MT dan PE sebesar 12,5 persen dari HR CPO, atau setara USD 124,56/MT".
BACA JUGA:Harga TBS Pasaman Barat Tembus Rp 4.045 per Kg, Terendah Berada di Angka Rp 3.260 per Kg
Penetapan angka acuan ini dihitung berdasarkan rata-rata harga periode 20 Juni hingga 19 Juli 2026 dari Bursa CPO Indonesia, Bursa CPO Malaysia, dan Harga Port CPO Rotterdam. Mengingat terdapat selisih lebih dari USD 40 di antara ketiga sumber tersebut, kalkulasi HR CPO Agustus 2026 mengacu pada median dua nilai terdekat, yaitu Bursa CPO Malaysia dan Bursa CPO Indonesia.
Tommy menambahkan bahwa pelemahan HR CPO periode ini dipicu oleh lesunya permintaan dari India selaku pembeli utama, serta dibarengi tren penurunan harga minyak mentah global. Di sisi lain, untuk produk minyak goreng refined, bleached, and deodorized (RBD) palm olein kemasan bermerek netto maksimal 25 kilogram, pemerintah menetapkan BK sebesar USD 33 per MT.
Berbeda dari tren CPO, komoditas biji kakao justru mencatatkan lonjakan signifikan. HR biji kakao periode Agustus 2026 melambung 36,66 persen menjadi USD 5.424,96 per MT, yang mendorong Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao naik menjadi USD 5.064 per MT. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan rantai pasok di Afrika Barat akibat serangan hama, cuaca ekstrem, dan dampak fenomena El Niño. Baik BK maupun PE biji kakao periode ini masing-masing ditetapkan sebesar 7,5 persen.
Sementara itu untuk sektor kehutanan, HPE getah pinus naik menjadi USD 1.013 per MT, dan HPE produk kayu mengalami penyesuaian bervariasi pada beberapa jenisnya. Seluruh penetapan HR dan HPE produk pertanian serta kehutanan ini resmi disahkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1667 Tahun 2026.
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit mentah (cr...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Sub holding PTPN III (Persero) PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo berkomitmen mendukung penyia...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID– Industri kelapa sawit Indonesia dinilai membutuhkan dorongan riset serta inovasi secara...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan terjadinya penurunan kinerja pad...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Selama ini masyarakat luas hanya mengenal minyak sawit sebagai bahan baku utama pembua...
PEKANBARU,SAWITSUMATERA.ID - PTPN IV Regional III berkolaborasi dengan KSOP Kelas II Pekanbaru menggelar forum disk...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Kementerian Pertanian (Kementan) merancang dan memperkuat langkah mitigasi musim kemar...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Nilai ekspor komoditas minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan produk turunannya ...
MEDAN, SAWITSUMATERA.ID — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memperkuat komitmennya dalam mendongkrak produkti...
JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen Pemerintah dal...

