Berita dan Informasi Teraktual seputar Sawit Regional Sumatera.

Get In Touch

Mandatori B50 Berpotensi Hadapi Tantangan Pasokan Sawit dan Butuh Fleksibilitas Kebijakan

Mandatori B50 Berpotensi Hadapi Tantangan Pasokan Sawit dan Butuh Fleksibilitas Kebijakan

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Penerapan kebijakan mandatori biodiesel B50 secara penuh pada tahun 2027 diproyeksikan bakal menghadapi kendala dari sisi ketersediaan bahan baku minyak sawit nasional. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mendorong pemerintah agar menerapkan kebijakan B50 tersebut secara fleksibel dengan senantiasa menyelaraskan antara volume ekspor, kebutuhan konsumsi dalam negeri, serta kapasitas produksi kelapa sawit.

Langkah penyesuaian ini dinilai sangat krusial guna mencegah munculnya gangguan pasokan pangan serta tekanan terhadap skema pembiayaan insentif biodiesel jika volume ekspor CPO mengalami penurunan.

BACA JUGA:Ekspor CPO dan Turunannya Tumbuh 5,49 Persen, Jadi Motor Penggerak Penguatan Sektor Pertanian

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono menjelaskan bahwa pada dasarnya industri kelapa sawit memberikan dukungan penuh terhadap program biodiesel pemerintah yang terbukti mampu menjaga keandalan harga jual minyak sawit sejak 2015.

“Sebelum adanya mandatori ini, pernah harga jual lebih kecil dari biaya. Jadi kami industri kelapa sawit jual rugi,” ujar Eddy.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Mitra Plasma di Riau Melonjak Naik Hingga Menyentuh Rp3.994,10 per Kg untuk Umur Tanaman 9 Tahun

Meski demikian, implementasi B50 diprediksi akan mendongkrak kebutuhan minyak sawit dalam negeri hingga mencapai kisaran 29 juta ton pada 2027. Di saat bersamaan, ancaman fenomena iklim El Niño membayangi sektor perkebunan dengan potensi pemangkasan angka produksi nasional sebesar 2,5 hingga 3 juta ton.

“Kalau terjadi El Nino, maka kemungkinan akan ada penurunan produksi minyak sawit sebanyak 3 juta ton,” kata Eddy.

Penurunan volume ekspor akibat tingginya konsumsi domestik B50 berisiko menggerus penerimaan dari sektor pungutan ekspor, yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber dana insentif biodiesel. Eddy mengingatkan agar pemerintah mengantisipasi risiko kenaikan tarif pungutan ekspor yang berpotensi menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

“Ini yang jangan sampai terjadi,” tegas Eddy.

BACA JUGA:Hyundai PALISADE Hybrid Tawarkan Sensasi Berkendara Tenang, Bertenaga, dan Hemat Bahan Bakar

Guna mengatasi persoalan tersebut dalam jangka panjang, GAPKI mendorong percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk menggenjot produktivitas lahan petani, serta meminta adanya kelonggaran aturan kebijakan B50 agar bisa menyesuaikan dengan dinamika pasar global.

“Jadi perlu selalu ditimbang yang menguntungkan mana antara negara dan masyarakat,” ujar Eddy.(*)




Berita Terkait

GAPKI Usulkan Kebun Sawit Khusus Energi Dukung Program B50 dan Hilirisasi

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan pengembangan kebun sawit khusu...

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Capai Rata-Rata Rp3.568 dan Rp2.929 per Kg di 22 Provinsi

JAKARTA , SAWITSUMATERA.ID– Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya kelapa sawit di 22 provin...

Pinjaman Rp50 Juta KUR Bank Jambi: Cicilan Ringan Mulai Rp966 Ribuan per Bulan

JAMBI, SAWITSUMATERA.ID — Bank Jambi menyediakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan plafon pinj...

PTPN IV Regional 4 Kebun Bunut Dukung Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Melalui Kunjungan Lapangan

JAMBI,SAWITSUMATERA.ID— PTPN IV Regional 4 Kebun Bunut kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan...

Kelapa Sawit Memiliki Potensi Usaha Melimpah, BPDP Dorong Aktivis Mahasiswa Jadi Wirausahawan

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Kelapa sawit tidak hanya bermanfaat sebagai bahan baku minyak goreng, melainkan m...

GAPKI Tegaskan Keberlanjutan dan Ekonomi Harus Saling Menguatkan dalam Dialog di Amsterdam

AMSTERDAM, SAWISUMATERA.ID— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa prinsip keberlanjut...

Kelapa Sawit Ditegaskan Sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU Perkebunan

YOGYAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Kelapa sawit secara tegas ditempatkan sebagai komoditas tanaman budidaya yang efisi...

Industri Sawit Optimistis Hadapi Kebijakan B50 2026 di Tengah Dampak El Nino yang Terkendali

YOGYAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— Industri kelapa sawit Indonesia tetap optimistis menghadapi implementasi program Bio...

GAPKI Targetkan 100 Persen Anggota Bersertifikat ISPO Melalui Akselerasi di Kalimantan Barat

PONTIANAK, SAAWITSUMATERA.ID — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus memacu komitmennya dalam me...

Prospek Industri Sawit Indonesia 2026: Tertekan Stagnasi Produksi, Kebijakan B50, dan Lonjakan Biaya Operational

KUNMING,SAWITSUMATERA.ID — Industri kelapa sawit Indonesia memasuki babak penuh tantangan sepanjang tahun 2026. Se...