Berita dan Informasi Teraktual seputar Sawit Regional Sumatera.

Get In Touch

Produksi CPO Cukup Dukung Mandatori B50, GAPKI Ingatkan Pentingnya Produktivitas Demi Menjaga Ekspor

Panen kelapa sawit

BALI, SAWITSUMATERA.ID— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa produksi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia pada dasarnya cukup untuk mendukung pelaksanaan program mandatori biodiesel B50. Kendati demikian, penerapan penuh B50 pada 2027 diperkirakan dapat menekan volume ekspor secara signifikan, terlebih jika terjadi bersamaan dengan dampak fenomena cuaca El Niño.

BACA JUGA:Harga TBS Tertinggi di Dharmasraya Tembus Rp 4.042 per Kg, Terendah Rp 3.370 per Kg, Berikut Rincian Lengkapnya

Pesan strategis tersebut disampaikan oleh Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dalam agenda The 6th Palm Biodiesel Conference yang diselenggarakan oleh Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) di Bali, 17–18 September 2026. Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi bahwa peningkatan konsumsi domestik untuk program biofuel tidak boleh sampai mengorbankan kebutuhan pasar ekspor dan penerimaan negara.

“Penerapan penuh B50 pada 2027 akan menurunkan ekspor secara dalam,” ujar Eddy Martono.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan di Dua Provinsi Berkat Kemitraan Sawit Rakyat Penopang B50

Penurunan volume ekspor tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas penerimaan negara yang selama ini diandalkan untuk menopang keberlanjutan program pendanaan subsidi energi itu sendiri.

“Penurunan ekspor berpotensi menurunkan penerimaan negara dari pajak dan pungutan ekspor, yang selama ini menjadi sumber pendanaan penting bagi subsidi biodiesel,” kata Eddy Martono.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Pastikan Pasokan CPO Berkualitas dan Ramah Lingkungan untuk Mitra Bisnis

Guna mengantisipasi defisit pasokan ekspor tanpa harus melakukan perluasan lahan secara masif, GAPKI mendorong pergeseran fokus industri dari ekspansi lahan menuju peningkatan produktivitas perkebunan secara berkelanjutan. Langkah ini diprioritaskan melalui percepatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penggunaan benih unggul bersertifikat, mekanisasi panen, serta penerapan praktik pertanian digital.

“Sumber tambahan minyak sawit yang paling berkelanjutan adalah peningkatan produktivitas dari perkebunan yang sudah ada,” tegas Eddy Martono.

BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Pastikan Pasokan CPO Berkualitas dan Ramah Lingkungan untuk Mitra Bisnis

Lebih lanjut, keberhasilan penguatan rantai pasok CPO nasional dinilai sangat bergantung pada keterlibatan dan pemberdayaan para petani swadaya di berbagai daerah.

“PSR bukan sekadar program kesejahteraan petani. Ini adalah investasi nasional yang strategis bagi keamanan bahan baku di masa depan,” kata Eddy Martono.

Melalui upaya peningkatan produktivitas dan tata kelola yang kuat, program mandatori B50 diharapkan dapat berjalan optimal tanpa mengganggu daya saing CPO Indonesia di pasar global. Pertemuan konferensi dua hari tersebut turut menegaskan pentingnya sinergi antara kesiapan bahan baku, kebijakan ekonomi, serta kredibilitas keberlanjutan industri sawit nasional.(*)




Berita Terkait

GAPKI Usulkan Kebun Sawit Khusus Energi Dukung Program B50 dan Hilirisasi

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mengusulkan pengembangan kebun sawit khusu...

Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Capai Rata-Rata Rp3.568 dan Rp2.929 per Kg di 22 Provinsi

JAKARTA , SAWITSUMATERA.ID– Harga Tandan Buah Segar (TBS) Mitra Plasma dan Mitra Swadaya kelapa sawit di 22 provin...

GAPKI Tegaskan Keberlanjutan dan Ekonomi Harus Saling Menguatkan dalam Dialog di Amsterdam

AMSTERDAM, SAWISUMATERA.ID— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa prinsip keberlanjut...

Produksi CPO Cukup Dukung Mandatori B50, GAPKI Ingatkan Pentingnya Produktivitas Demi Menjaga Ekspor

BALI, SAWITSUMATERA.ID— Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa produksi minyak saw...

PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan di Dua Provinsi Berkat Kemitraan Sawit Rakyat Penopang B50

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo meraih apresiasi di dua provinsi sekaligus atas keber...

Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Tumbuh 5,49 Persen, Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Nilai Tambah

JAKARTA, SAWTSUMATERA.ID – Ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunan kelapa sawit mencatatkan pertumbuhan seb...

Mandatori B50 Berpotensi Hadapi Tantangan Pasokan Sawit dan Butuh Fleksibilitas Kebijakan

JAKARTA, SAWITSUMATERA.ID – Penerapan kebijakan mandatori biodiesel B50 secara penuh pada tahun 2027 diproyeksikan...

Kelapa Sawit Ditegaskan Sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU Perkebunan

YOGYAKARTA, SAWITSUMATERA.ID — Kelapa sawit secara tegas ditempatkan sebagai komoditas tanaman budidaya yang efisi...

Industri Sawit Optimistis Hadapi Kebijakan B50 2026 di Tengah Dampak El Nino yang Terkendali

YOGYAKARTA, SAWITSUMATERA.ID— Industri kelapa sawit Indonesia tetap optimistis menghadapi implementasi program Bio...

GAPKI Targetkan 100 Persen Anggota Bersertifikat ISPO Melalui Akselerasi di Kalimantan Barat

PONTIANAK, SAAWITSUMATERA.ID — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus memacu komitmennya dalam me...